Asrama Agape

Dari ketiga Asrama yang ada Agape merupakan asrama yang paling banyak anak asuhnya, semua berjumlah 48 anak ditangani 8 pengasuh. Anak-anak yang tinggal di Agape mulai dari Kelas I - IV SD dan Kelas VI. Dan sebagian SMP kelas III.

Sama seperti kedua Asrama yang lain, kegiatan Asrama dimulai dengan doa pagi pukul : 05:30 WIT. Kemudian dilanjutkan dengan kerja bhakti, persiapan sekolah, makan pagi dan berangkat Sekolah. Selama anak-anak disekolah, para pengasuh mengerjakan kebutuhan pribadi sambil mempersiapkan makan siang sebelum anak-pulang. Anak SD selalu pulang lebih awal sehingga mereka akan makan siang dan beristirahat lebih awal dibanding kakak-kakaknya yang SMP. Selesai makan siang mereka semua harus beristirahat sampai pukul : 15:00 WIT. Menjelang sore, anak-anak masih punya waktu untuk bermain dan kerja bhakti, ini adalah waktu yang menyenangkan buat mereka, sebelum tiba waktunya belajar pukul :17:00 WIT. Tepat pukul : 19:00 WIT waktunya makan malam, selebihnya bisa digunakan untuk santai atau melanjutkan belajar. Kegiatan sepanjang hari ditutup dengan doa malam pukul : 20:00 - 20:30 WIT. Semua akan benar-benar berhenti pukul : 21: 00 WIT ketika anak-anak beranjak tidur.

Ada satu yang khas dari Agape, yaitu lingkungan yang selalu rapih dan bersih. Semua ini tercipta karena pengasuh mengajar dan menerapkan pola hidup bersih secar konsisten kepada semua anak - anak. Masing-masing anak diberi tanggung jawab untuk menjaga kerapihan dan kebersihan sesuai dengan tingkatan umurnya. Awalnya memang agak sulit menerapkan pola hidup rapi dan bersih kepada anak -anak. Tetapi setelah terus diajarkan, akhirnya anak-anak terbiasa dengan suasana rapi dan bersih.

Sekalipun demikian, program rapi dan bersih ini belum bisa berjalan 100%, karena anak-anak kadang masih suka dengan kebiasaan sebelum tinggal di Asrama. Tetapi para pengasuh terus menerapkan pola ini, tujuannya supaya kebiasan hidup rapi dan bersih ini terus dibawa sampai nanti ketika mereka sudah hidup diluar Asrama.

Beberapa kendala yang dihadapi para pengasuh adalah jumlah kamar yang belum memadai untuk pengasuh dan anak-anak. Sehingga sebagian besar dari mereka selalu tidur diruang belajar, hal ini masih bisa berlangsung selama belum ada meja belajar. Padahal meja belajar sangat diperlukan oleh anak-anak, selama ini anak - anak belajar dilantai. Keadaan ini memang tidak mengurangi semangat meraka untuk belajar, tetapi pasti akan lebih menyenangkan belajar dengan meja.

 

 

PROGRAM


  SATU HARI DI ASRAMA GILGAL

  ASRAMA AGAPE

  ASRAMA YUDEA

  RUMAH KESEMBUHAN

 

SERBA - SERBI

  DIA TELAH MEMILIHKU

  DOA SEORANG GURU

  SUGAPA, KOTA ATAS AWAN


Copyright ® 2005 www.anakindonesiamembangun.org